Kisah King Henry, Legenda Arsenal Yang Diabaikan Prancis

  • by
Kisah King Henry,

Arsenal pernah mencicipi rasanya menjadi superior di Liga Premier awal tahun 2000an. Salah satu legenda yang turut berperan kala itu adalah pemain asal Prancis Thierry Henry, sosok gelandang serang yang menjadi salah satu pencetak sejarah The Gunners dan pemain bola disegani di dunia pada masanya. Seperti apa perjalanan karir King Henry hingga akhirnya gantung sepatu di tahun 2004 silam?

Legenda Arsenal Yang Diabaikan Prancis

Top Skor Klub Hingga TIMNAS

Skill mumpuni yang dimiliki Henry ditemukan pertama kali oleh AS Monaco tahun 1994 saat dilatih Arsene Wenger. Informasi bola tentang sang legenda menyebutkan bahwa awalnya dia didapuk sebagai gelandang sayap, namun Wenger sepertinya mampu membuat Henry menemukan irama permainan terbaiknya hingga berhasil mencetak 20 gol dari 105 laga yang diikutinya.

Bertolak dari Monaco, pemain bernama lengkap Thierry Daniel Henry ini dipinang oleh Arsenal yang kala itu diarsiteki oleh Arsene Wenger. Tampaknya Wenger tak ingin menyia-nyiakan bakat mantan anak asuhnya di AS Monaco tersebut dan sesuai informasi bola bersama The Gunners Henry berubah menjadi mesin pencetak gol terhebat sepanjang sejarah Arsenal dengan torehan 175 gol dan 74 assist.

Selain merumput di klub tersohor Inggris, Italia, hingga Spanyol, King Henry juga menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di skuat utama TIMNAS Prancis tanah kelahirannya, yaitu 51 gol dari 123 caps. Angka yang hingga saat ini masih belum terpecahkan oleh pemain Prancis lainnya. kalau ditotal, selama bermain di klub senior sejak 1994 hingga 2004, dia sudah menghasilkan 336 gol dari 771 pertandingan.

Dicintai Dunia, Diabaikan Negara Sendiri

Kisah King Henry,

Berbeda dengan ikon sepakbola lainnya seperti Pele yang begitu dicintai Brasil, Lionel Messi yang dielu-elukan publik Argentina, hingga Christiano Ronaldo yang dijadikan berbagai ikon Portugal, walau pencapaiannya sangat luar biasa, ternyata pria 42 tahun ini tak mendapatkan respon positif dari masyarakat tanah kelahirannya Prancis.

Dari informasi bola yang beredar kebencian publik Prancis pada Henry berawal pada sikap arogannya saat terjadi pertikaian internal di dalam skuat TIMNAS Prancis pada Piala Dunia 2010 yang memprotes pelatih Raymond Domenech, ditambah pula handball yang dilakukan mantan pemain berkepala plontos ini saat babak play off piala dunia 2010 silam.

Meskipun kehebatannya dicederai dengan kesan tak baik oleh public negeri sendiri, hal itu ternyata tak mampu menghapus begitu saja semua kenangan indah sang pemain selama merumput di Eropa. Bahkan setelah pensiunpun dia masih aktif menjadi pelatih dan pembicara di berbagai acara bertema bola. Akankah ada Thierry Henry Junior di dunia sepakbola nanti? Kita tunggu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *